Categories
Pajak

Konsultansi Pajak di Bandung

Bulan Maret sama April memang masa yang penting buat orang dan perusahaan melapor pajak. Pajak pribadi maupun pajak perusahaan, harus dilapor di dua bulan ini. Nah, kita ada good news buat di Bandung, team Workspez Bandung menyediakan jasa konsultansi pajak di Bandung. Sebelumnya ayo kita telusuri proces buat laporan pajak untuk perusahaan maupun pribadi.

Pajak Pribadi

Untuk pajak pribadi, kita juga bisa membuat SPT tahunan laporan dan anda langsung bisa lapor ke kantor pajak atau melalui online. Nah, ini berlaku untuk golongan orang yang mempunyai bisnis kecil-kecilan, penghasilan tetap dari kantor, atau kedua-duanya.

Pajak Perusahaan – Konsultansi pajak di Bandung

Untuk pajak perusahaan, kita memerlukan laporan keuangan dari pihak perusahaan untuk dibuat laporan pajak. Pentingnya akurasi laporan keuangan ini akan memberi dampak positif kepada pemilik perusahaan. Jadi semakin rapi dan akurat laporan keuangan, dampaknya akan semakin baik kepada perusahaan tersebut. (Ayo lihat artikel kita tentang pentingnya laporan keuangan)

Pada awalnya, client yang memakai team Workspez untuk kebutuhan pajak mereka hanya untuk melapor kepada pemerintah. Tetapi team kita tidak hanya membuat laporan. Kita juga membuat Tax Planning dan Tax Saving. Nah, kebayang ngga bedanya dari dua hal itu?

Tax planning adalah aktivitas yang menganalisa situasi finansial atau rencana dari sisi perspektif pajak. Jadi dengan adanya rencana pajak yang baik, maka kita bisa melakukan pengurangan pajak dengan tepat.

Sedangkan Tax saving adalah aktivitas yang mengurangkan pajak secara langsung setelah laporan keuangan sudah final. Aktivitas ini sangat dipengaruhi dari aturan pemerintah. Jadi untuk mengetahui lebih lengkapnya, kita harus sering meng-update diri kita dengan aturan-aturan pemerintah yang berkaitan dengan pajak.

Kompetensi Workspez di Pajak – Konsultansi pajak di Bandung

Kompetensi konsultan pajak kita adalah brevet C. Ini artikel mengenai brevet C. Jadi untuk urusan Tax planning memang menjadi andalan dalam pelayanan konsultansi pajak.

Untuk mengetahui lebih dalam, ayo coba hubungi konsultan pajak kita melalui formulir di halaman kontak.

PS:

Sekarang kita lagi ada promosi loh mengenai layanan pajak dan pembukuan bulanan. Bisa di cari infonya di halaman ini.

Categories
Pajak

Kepatuhan Pajak

Apa itu Kepatuhan Pajak ?

Bicara soal kepatuhan pajak, secara sederhana kepatuhan pajak menyangkut sejauh mana Wajib Pajak memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai ketentuan yang berlaku. Sedangkan pengertian kepatuhan yang lebih komprehensif adalah bagaimana sikap pembayar pajak yang memiliki rasa tanggung jawab sebagai warga negara bukan hanya sekedar takut akan sanksi dari hukum pajak yang berlaku.

Bagaimana Mekanisme dan Tolak Ukur Kepatuhan Pajak ?

Derajat ketidakpatuhan pajak diukur dengan tax gapTax gap menggambarkan perbedaan antara apa yang tersurat dalam aturan perpajakan dengan apa yang dilaksanakan oleh Wajib Pajak. Tax gap dapat diartikan juga sebagai perbedaan antara berapa potensi pajak yang dapat dikumpulkan dengan realisasi penerimaan pajak yang dapat dikumpulkan oleh negara.

Norman D Nowak (penulis buku Tax administration in theory and practice ) menemukan hasil pengamatannya sebagai berikut :

  1. Pembayar Pajak paham atau berusaha untuk memahami semua ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
  2. Pembayar Pajak mengisi formulir pajak dengan lengkap dan jelas
  3. Pembayar Pajak menghitung jumlah pajak yang terutang dengan benar
  4. Pembayar Pajak membayar pajak yang terutang tepat pada waktunya.”

Ke-empat point tersebut di atas merupakan cerminan dari suatu iklim kepatuhan dan kesadaran pemenuhan kewajiban perpajakan.

James Andreoni, Brian Erard, dan Jonathan Feinstein (tax compliance) mengatakan tentang kepatuhan wajib pajak adalah rasa bersalah dan rasa malu, persepsi wajib pajak atas kewajaran dan keadilan beban pajak yang mereka tanggung, dan pengaruh kepuasan terhadap pelayanan pemerintah.

Bagaimana Solusi Cerdas Mengenai Kepatuhan Pajak ?

Wajib Pajak yang dapat merencanakan konsep pajaknya secara matang namun masih dalam koridor peraturan perpajakan, masih dibilang patuh. Karena penghindaran yang dilakukan masih dianggap legal dan sah secara hukum. Oleh karena itu, dalam beberapa hal kepatuhan tidak melulu mengenai besarnya pajak yang dibayar, namun kepatuhan lebih kepada mengenai apakah Wajib Pajak melaksanakan kewajibannya dengan baik atau tidak.

Harapannya, wajib Pajak dapat memahami bagaimana mekanisme dan koridor mengenai kepatuhan pajak, sehingga Wajib Pajak dapat merencanakan konsep pajak yang sesuai tanpa melanggar ketentuan penghindaran pajak, karena Wajib Pajak dapat melakukan penghindaran pajak secara legal dan sah secara hukum dan berdasar kepada KUP (ketentuan umum peraturan perpajakan).

Jadi untuk lebih mengerti tentang pajak bisa hubungi kami di kontak form melalui link ini.

Kita juga ada artikel mengenai PPh 0.5% loh.

Categories
Pajak

PPh Final 0,5%

PPh Final 0,5% yaitu tarif pajak penghasilan yang dikenakan, baik yang dipotong pihak lain maupun yang disetor sendiri, bukan merupakan pembayaran di muka atas PPh terutang, tetapi sudah langsung melunasi PPh terutang untuk penghasilan tersebut.

PPh Final menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013 dikenakan pada wajib pajak pribadi dan badan yang memiliki omzet usaha kurang dari Rp 4,8 miliar dalam setahun.

Pengenaan PPh secara final berarti penghasilan yang diterima atau diperoleh akan dikenakan PPh dengan tarif tertentu, dan dasar pengenaan pajak tertentu pada saat penghasilan tersebut diterima atau diperoleh.

Maka dari itu, penghasilan yang dikenakan PPh Final ini tidak akan dihitung lagi PPh nya di SPT Tahunan untuk dikenakan tarif umum bersama-sama dengan penghasilan lainnya. Begitu juga, PPh yang sudah dipotong atau dibayar tersebut juga bukan merupakan kredit pajak di SPT Tahunan.

Berikut ini 3 alasan mengapa anda atau usaha anda harus melapor PPh final dengan tarif dan ketentuan yang telah ditentukan :

  1. Mematuhi aturan perundang-undangan
  2. Ikut serta membangun Indonesia
  3. Menghindari resiko bisnis

Jadi, untuk anda yang memiliki omzet < Rp 4,8 miliar dalam setahun, sudahkah anda melaporkan PPh Final 0,5% anda ? dan apakah PPh Final 0,5% yang anda laporkan sudah tepat jumlah dan tepat waktu ?

Karena berdasarkan undang-undang, batas akhir pembayaran dan pelaporan PPh  adalah masing-masing tanggal 10 (PPh pada umumnya) dan tanggal 15 (PPh Final 1%/pajak UMKM, PPh 25) bulan berikutnya. Dan jika terlambat maka wajib pajak harus membayar pajak terutang beserta bunga sebesar 2% setiap bulan keterlambatannya.

Bayangkan seberapa banyak kerugian yang akan timbul atas bunga keterlambatan yang harus dibayar oleh perusahaan anda sendiri jika perusahaan anda terlambat melapor atau bahkan tidak melapor sama sekali, dan bayangkan bagaimana dampak fiskal yang akan timbul bagi pembangunan negara kita jika pajak sebagai sumber pendapatan utama negara kita yang dialokasikan untuk membangun negeri ini semakin hari semakin menurun karena wajib pajak tidak memerhatikan pelaporan pajaknya, tentu hal ini perlu disikapi dengan bijaksana agar bisnis perusahaan anda dapat berjalan lancar, perusahaan anda tidak perlu mengeluarkan biaya lebih atas keterlambatan, dan anda secara tidak langsung ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional dengan cara taat lapor pajak tepat waktu dan tepat jumlah.

pph final 0.5%

Untuk lebih tau mendalam tentang pajak, bisa kontak team Workspez melalui link kontak kita.